Minggu, 28 Oktober 2012

Sejarah Spongebob


Asal (1993-2009) 

SpongeBob Squarepants sejarah dapat ditelusuri kembali ke tahun 1993 ketika Rocko's Modern Life disiarkan pertama. Salah satu produsen Stephen Hillenburg, sebuah kartun pekerja / ahli biologi laut yang mencintai kedua karier. Ketika Rocko's Modern Life dibatalkan pada tahun 1996, mulai bekerja di Hillenburg SpongeBob Squarepants (walaupun beberapa sketsa jejak kembali ke 1986). Ia bekerja sama dengan Derek Drymon direktur kreatif, yang telah bekerja di acara seperti Doug, Aksi Liga Sekarang!, Dan Hey Arnold!. 
Drymon telah bekerja dengan Hillenburg di Rocko's Modern Life juga, seperti yang dilakukan banyak SpongeBob Squarepants anggota awak, termasuk penulis Tim Hill dan suara aktor Tom Kenny dan Doug Lawrence. Awak lain dengan kartun Nickelodeon pengalaman sebelumnya adalah mantan editor cerita Berang-berang Marah Merriwether Williams, yang bekerja pada muncul untuk beberapa musim pertama dan beralih ke SpongeBob Squarepants pada bulan Juli 1999. 
Produksi selama acara, Hillenburg memberikan konsep komik pendek dengan gaya yang sama acara, tapi karakter yang tampak berbeda. SpongeBob Squarepants dulu bernama SpongeBoy, dan digunakan untuk memakai topi merah dengan dasar hijau dan bisnis putih kemeja dengan dasi. Nama "SpongeBoy" tidak membuatnya menjadi pertunjukan sejak nama merek dagang itu sudah resmi oleh Bob Beban, pencipta Flaming Carrot. Hillenburg kemudian memilih nama alternatif "SpongeBob." Nama asli pernah dirujuk dalam pertunjukan oleh Mr Krabs 'line, "SpongeBoy, aku Bob!." Krusty Krab yang awalnya dieja dengan huruf C, bukan K, tapi Stephen K's Hillenburg pikir itu lucu. 

Memang, bentuk Sponge Bob yang kali pertama dibuat Stephen Hillenberg ini terbentuk karena tidak sengaja. Ketika itu, Hillenburg yang pernah mendalami studi sumber daya kelautan di Universitas Humboldt, California, dan pernah mengajar studi biologi kelautan di Orange Country Marine Institute California, tertarik dengan dunia laut. Makanya, Hillenburg yang juga menggondol gelar master animasi eksperimental di Institut Seni California ini tertarik membuat film kartun. Dan, pilihannya membuat kisah bawah laut.

Ketika itu, Hillenburg berpikir ingin membuat tokoh yang bukan ikan. Sebab, di laut bukan hanya ada binatang yang bisa berenang ini. "Tapi bentuknya seperti apa?" Mungkin itu yang ada di benak Hillenburg.

Bahkan, Hillenburg pernah berpikir ingin menampilkan bunga. Tapi, dia kebingungan bentuknya mau seperti apa. Akhirnya tanpa sengaja, dia pun melihat busa pencuci piring. Seketika itu juga Hillenburg berpikir kalau dia sudah menemukan karakter yang sangat pas. Bentuknya, warna, serta sifat lenturnya sangat mirip dengan tokoh Sponge Bob yang lincah, mudah bergaul, dan selalu optimistis.

Dia juga menambahkan busa segi empat itu dengan celana dan dasi, serta dua gigi kelincinya yang sangat besar. Sehingga makin memperlihatkan kelucuan dari sosok Sponge Bob ini.


Spong Bob dan Teman-Temannya

Film ini menceritakan kehidupan dan budaya di dasar laut Samudera Pasifik. Walaupun memang yang digambarkan Hillenburg dalam tokohnya adalah sifat-sifat manusia dalam bentuk pemain yang unik dan lucu.

Sponge Bob sendiri tinggal di sebuah rumah berbentuk nanas. Dia bersahabat dengan Patrick Si Bintang Laut berwarna biru yang sangat lugu. Sponge Bob juga bertetangga dengan Squidward Si Gurita, di mana keduanya bekerja di Rumah Makan Krusty Krab milik tuan Krabs yang menjual crabby patty (semacam burger yang digambarkan sangat lezat ini).

Selain itu, ada binatang darat, Sandy Cheeks atau Sang Tupai yang tinggal di ruang beroksigen. Ia selalu menggunakan penutup kepala beroksigen dengan baju selam selama berada di luar rumah. Sedangkan tokoh lainnya adalah para ikan yang berpakaian seperti ikan. Lucunya ikan yang digambarkan juga memakai pita rambut, pemerah pipi dan bibir, serta kacamata.

Selain penampilan, sifat dari tokohnya juga meniru manusia. Sebut saja Sponge Bob yang sangat jujur dan polos. Begitu juga dengan Squidward yang sangat kaku, egois, kuper, dan pembenci. Lalu Pearl yang merupakan sosok gadis lincah. Sementara Tuan Krabs digambarkan sebagai tuan yang tamak, kikir, dan hanya berpikir tentang uang.

Tidak hanya itu. Film yang awalnya disiarkan Stasiun Televisi Nickeledeon yang juga menayangkan "Dora The Exsplorere" dan "Blues Clues" ini penuh nuansa pendidikan. Sebab, banyak pelajaran yang bisa diambil saat menyaksikan film lucu ini. Misalnya tentang biologi, hidup bersosialisasi, dan masih banyak lagi.

Naik ke popularitas (1999-2000)

Pada tanggal 1 Mei 1999, SpongeBob Squarepants episode pertama ditayangkan, "Help Wanted / Karang Blower / Teh di Treedome", setelah tahun 1999 Nickelodeon Kids 'Choice Awards. Pada saat ini, Rugrats berada di puncak popularitasnya dan telah hidup lebih lama lusinan anggaran lain-lebih rendah kartun. SpongeBob Squarepants, dengan kelas umumnya lebih rendah animasi dan humor gaya lebih berakar pada permainan kata-kata pintar dan budaya-referensi tidak seperti toilet humor yang membuat Rugrats begitu populer, diharapkan menjadi hanya salah satu dari orang-orang lain menunjukkan. Setelah awal perjuangan, dengan peringkat melambung, dan setahun setelah rilis, itu melampaui Nickelodeon Rugrats sebagai nilai tertinggi menunjukkan. SpongeBob's signature suara (yang disediakan oleh Tom Kenny) dan gaya humor menyenangkan untuk kedua lebih muda dan lebih tua khalayak. 


Puncak tahun (2000-2003) 

Acara dimulai musim kedua pada tahun 2000 dengan kualitas yang lebih tinggi animasi dan bahkan lebih populer episode. Pada saat itu sudah jelas kepada dunia bahwa SpongeBob Squarepants telah membuka pintu ke banyak kartun lain untuk menggunakan lebih "dewasa" rasa humor dan berasal dari perusahaan-perusahaan kecil. Pada tahun 2001, The Fairly OddParents disiarkan dari lalu-perusahaan Frederator kecil. Ini berfokus pada rasa humor yang mirip dengan SpongeBob's, hanya lebih realistis, agak gila (dan lebih sugestif untuk "dewasa" topik), dan dengan lebih banyak referensi budaya pop; acara ini berhasil menjadi hit dan saat ini juga barisan belakang SpongeBob Squarepants sebagai Nick menunjukkan kedua yang paling populer. 

Pada tahun yang sama, Invader zim ditayangkan, yang dibuat oleh penulis buku komik Jhonen Vasquez; itu gelap tapi selera humor konyol (mirip dengan komik lainnya Vasquez buku-buku) yang berhasil menarik berikut ini sangat setia kultus yang terdiri lebih dari remaja dan orang dewasa daripada muda anak-anak (meskipun juga berisi jumlah moderat praremaja). SpongeBob Squarepants, bagaimanapun, adalah pemimpin dari semua ini dan telah menunjukkan saat ini memulai sekarang terkenal baris barang dagangan. 

2002 juga melihat sisi terang, sebagai bagian pertama tahun itu melihat SpongeBob Squarepants pada puncaknya. Awal musim ketiga episode menghasilkan banyak klasik dan memusatkan perhatian pada gaya yang sama dan konsep animasi. Tahun lain juga melihat anggaran yang rendah menunjukkan dengan popularitas (The Adventures of Jimmy Neutron: Boy Genius), tapi hal berubah di akhir tahun. Karena desas-desus dari sebuah film, ada spekulasi tinggi bahwa acara akan dibatalkan dan bahwa fitur akan 2003/2004 musim terakhir episode baru. 

Fans yang hancur dan petisi online didistribusikan secara luas untuk meyakinkan Nickelodeon untuk menghasilkan lebih banyak episode dengan menunjukkan dukungan kipas terus. SpongeBob Squarepants Meets The Pencekik / Pranks A Lot "adalah episode terakhir musim ini, dan disiarkan pada bulan Oktober 2004. Setelah itu, film ini dirilis pada bulan November tahun itu.

 




Sumpit dayak lebih ditakuti daripada peluru

PADA zaman penjajahan di Kalimantan dahulu kala, serdadu Belanda bersenjatakan senapan dengan teknologi mutakhir pada masanya, sementara prajurit Dayak umumnya hanya mengandalkan sumpit. Akan tetapi, serdadu Belanda ternyata jauh lebih takut terkena anak sumpit ketimbang prajurit Dayak diterjang peluru.
Penyebab yang membuat pihak penjajah gentar itu adalah anak sumpit yang beracun. Sebelum berangkat ke medan laga, prajurit Dayak mengolesi mata anak sumpit dengan getah pohon ipuh atau pohon iren. Dalam kesenyapan, mereka beraksi melepaskan anak sumpit yang disebut damek.


"Makanya, tak heran penjajah Belanda bilang, menghadapi prajurit Dayak itu seperti melawan hantu," tutur Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Chendana Putra, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (2/6/2011).
Tanpa tahu keberadaan lawannya, tiba-tiba saja satu per satu serdadu Belanda terkapar, membuat sisa rekannya yang masih hidup lari terbirit-birit. Kalaupun sempat membalas dengan tembakan, dampak timah panas ternyata jauh tak seimbang dengan dahsyatnya anak sumpit beracun.
Tak sampai lima menit setelah tertancap anak sumpit pada bagian tubuh mana pun, para serdadu Belanda yang awalnya kejang-kajang akan tewas. Bahkan, bisa jadi dalam hitungan detik mereka sudah tak bernyawa. Sementara, jika prajurit Dayak tertembak dan bukan pada bagian yang penting, peluru tinggal dikeluarkan. Setelah dirawat beberapa minggu, mereka pun siap berperang kembali.

Penguasaan medan yang dimiliki prajurit Dayak sebagai warga setempat tentu amat mendukung pergerakan mereka di hutan rimba.

"Karena itu, pengaruh penjajahan Belanda di Kalimantan umumnya umumnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar tapi tak menyentuh hingga pedalaman," Chendana.

Tak hanya di medan pertempuran, sumpit tak kalah ampuhnya ketika digunakan untuk berburu. Hewan-hewan besar akan ambruk dalam waktu singkat. Rusa, biawak, atau babi hutan tak akan bisa lari jauh. "Apalagi, tupai, ayam hutan, atau monyet, lebih cepat lagi," katanya.

Bagian tubuh yang terkena anak sumpit hanya perlu dibuang sedikit karena rasanya pahit. Uniknya, hewan tersebut aman jika dimakan. "Mereka yang mengonsumsi daging buruan tak akan sakit atau keracunan," kata Chendana.
Baik hewan maupun manusia, setelah tertancap anak sumpit hanya bisa berlari sambil terkencing-kencing.
"Bukan sekadar istilah, dampak itu memang nyata secara harfiah. Orang atau binatang yang kena anak sumpit, biasanya kejang-kejang sambil mengeluarkan kotoran atau air seni sebelum tewas," tambah Chendana.